Sejarah Singkat Ali bin Abi Thalib (36-41 H/656-661 M)

Teodisi.com : Semenjak terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, ummat Islam mengalami masa falaq yang sangat berat. Hal ini membuat mayoritas ummat Islam kecuali mereka yang mendukung Muawiyah bin Abu Sofyan pada saat itu, mendaulat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pengganti Utsman bin Affan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan. Versi lain sejarah mengatakan bahwa usai Khalifah Utsman wafat, kaum pemberontaklah yang memegang kendali khilafah dan bahkan mendaulat Ali bin Abi Thalib untuk menjadi Khalifah menggantikan Utsman. Meskipun pada awalnya Ali menolak diangkat menjadi Khalifah, akan tetapi desakan kaum pemberontak yang sangat kuat membuatnya pasrah dan akhirnya setuju dibaiat menjadi seorang khalifah yang keempat pada usia 54 tahun.



Begitu Khalifah Ali dibaiat, para lawan politik kaum pemberontak yang mengangkat Ali menuntut keadilan atas terbunuhnya Khalifah Utsman. Arus besar penuntutan tersebut datang dari Muawiyah, kerabat dekat Utsman. Bahkan Muawiyah bersikeras takkan bersumpah setia kepada khalifah sampai diambil langkah-langkah nyata. Untuk menghukum para pemberontak yang telah membunuh Utsman.

Baca Juga : Sejak Kapan Anda Beriman ?

Namun Ali menyadari betul, bahwa keputusan untuk menghukum kaum pemberontak yang merupakan oligarki kekuasaan dalam tubuh khilafah berpotensi besar menimbulkan kekacauan internal dan berujung kepada pembunuhan terhadap dirinya.

Kondisi pelik ini tak pelak menimbulkan perseteruan politik kekhalifahan, bahkan memantik api perang saudara hingga akhir kepemimpinan Khalifah Ali. Masa pemerintahan Khalifah Ali dikatakan sebagai era kekacauan dan awal dari perpecahan di kalangan ummat Islam. Perang saudara bahkan terjadi antara pasukan Khilafah dan pasukan para penentangnya, dua diantaranya yang termasyhur adalah Perang Jamal dan Perang Shiffin. Lagi-lagi, narasi sejarah kelam politik Khilafah Islamiyah tersebut memaksa orang-orang yang datang setelahnya memandang buruk apa yang sebenarnya Allah nyatakan sebagai sesuatu yang baik.


Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama

Saran dan Masukan