Ramadhan sebagai Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Bagian 2

Ironinya Ramadan dianggap kebanyakan orang beragama islam adalah bulan setan dikerangkeng, agar manusia bisa khusyuk menjalankan puasa, padahal perlu dipahami setan secara fungsi diciptakan Allah untuk menggoda manusia seolah jadi disfungsi, setan manakah yang dimaksud? Dari luar atau dalam diri manusia?

 

Ramadhan sebagai Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Bagian 2

Namun banyak juga orang beragama islam menganggap bahwa puasa dibulan ramadan itu dapat menggugurkan dosa dan melipatgandakan pahala, seperti orang yang timbangan dosanya berat maka bulan ramadan lah ia akan menambah pahala dengan mengurangi beban dosa, ibarat orang bajunya kotor dipakai 11 bulan dicuci 1 bulan nanti jadi bersih lagi tapi anehnya diujung ramadan hendak makai baju baru. Janganlah kita berpikir picik dalam mengabdi.


Baca Juga :  Ramadhan sebagai Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Bagian 1

 

Mari kita kembali maksimalkan pikiran kita, jika saudara ingin mengemudi pesawat, belajarlah dengan orang sudah mahir menjalankannya karena dia sudah pernah dalam proses belajar, jika saudara ingin sorga, tirulah siapa yang sudah jelas ahlul sorga, sebab semua ada ilmunya. Jangan kita menjadi orang yg mengikuti kebanyakan orang, sebab bisa saja itu menjauhkan kita dari jalanNya.

 

Biar kita paham perhatikan Al Qur'an surah Al Ahzab ayat 21 :

 

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا ۗ

laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatul limang kaana yarjulloha wal-yaumal-aakhiro wa zakarollaaha kasiiroo

 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

 

Jawabannya sangat simple, tapi tidak semudah yang dikatakan, hanya cukup mencontoh RasulNya sebagai panutan terbaik. Manusia takkan pernah tahu apa yang menjadi perintah, larangan, yang disukai, yang dibenci serta kehendak dan rencana Allah tanpa seorang mediator/juru bicaraNya. Jadi makna kemuliaan bulan ramadan sebagai simbol untuk mengenang bahwa dahulu perjuangan Rasulullah Muhammad ditandai turunnya wahyu pada bulan ramadan dimulailah kisah Rasul dan orang bersamanya berproses untuk menahan diri, meleburkan diri dengan Sang Pencipta dan merubah diri menjadi pribadi yang baru, agar tujuan diutusnya Rasul tergenapi, disinilah titik akhir ramadan.

 

Spesial yang kedua Ramadan karena didalamnya ada Lailatul Qadar. Apakah itu lailatul qadar? Secara translate langsung dari arab ke indonesia "lail" adalah malam dan "qadar" adalah ketentuan, takaran, ukuran. Sering juga disebut malam kemuliaan, sebab tertera pada Al Quran. Perhatikan ayatnya


 Baca Juga : Apakah Musyrik itu ?


"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya Al-Quran pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar," (QS. Al-Qadr [97]: 1-5).

 

Malam lailatul qadar disebutkan lebih baik dari 1000 bulan. Ini mesti kaji dengan baik dan benar agar kita dpt mengerti maksudnya. Apakah bulan yang dimaksud adalah bulan kalender atau bulan yang mengitari bumi saat malam? Jika dihitung kalender maka 1000 bulan kurang lebih sama dengan 83 tahun 4 bulan. Tapi jika dihitung dengan 1000 bulan yg mengitari bumi saat malam maka bumi saat gelap pun akan menjadi terang benderang, sebab satu saja pantulan sinar matahari dapat menyinari bagian gelap gulita

 

Menurut hadis Aisyah tentang lailatul qadar yang diperawikan H.R Bukhari, Rasulullah bersabda "Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan,". Apabila mengacu pada petunjuk Beliau tersebut, malam Lailatulqadar akan jatuh pada malam-malam tanggal 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan 1442 H. Jika dilihat dari penanggalan masehi, maka malam Lailatulqadar akan jatuh pada salah satu di antara malam 3, 5, 7, 9, atau 11 Mei 2021.

 

Dalil lainnya sama di riwayatkan Aisyah

"Saat memasuki sepuluh akhir Ramadan, Rasulullah fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah," (HR Al-Bukhari).

 

Ada Juga dari riwayat Ubay bin Ka'ab

"Lailatul qadar itu adalah malam ketika Rasulullah memerintahkan kami untuk menegakkan salat di dalamnya. Malam itu adalah malam yang cerah. Tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terik menyilaukan" (H.R. Muslim).


 Baca Juga : Sejak Kapan Anda Beriman ?


Kalau kita memahami lailatul qadar dari malam fisik, maka makna/hikmah tersembunyi tidak akan kita temui, sebab siapakah orang mengatakan dari dahulu sampai sekarang pernah mendapat malam itu? Kalaupun ada, apa efeknya kepada manusia lainnya? Tiap tahun umat beragama islam menemui ramadan jika merujuk tahun hijriah sudah 1442 kali.

 

Sekali lagi jangan kita ibadah berpikir picik, bahwa jika melaksanakan shalat dimalam itu dapat pahala 83 tahun apalagi dibulan ramadan pahalanya dikali 10, 1 huruf 10 kebaikan dunia namun dikali 10 lagi berarti bernilai 100 pahala.

 

Mari kita rincikan secara ilmiah, jika hitungannya pahala, Dalam Kitab Majmu Al-Ulum wa Mathli'u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn 'Arabi dalam mukaddimah Al-Futuhuat al-Ilahiyah, Imam Syafi'i menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al-Qur'an sebanyak 1.027.000(satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf. Ini berarti 1.027.000 akan dikalikan 10 jika berhasil mengkhatam sekali kita akan mendapatkan pahala sebesar 10.270.000, bagaimana jika khatam sampai 10kali?.  Belum pahala ibadah lainnya, puasa sebelum ramadan, puasa syawal, belum dikalikan pahala malam 10 malam ganjil terakhir. Lalu apa membuat kamu ragu masuk sorga jika tolak ukurnya pahala?


Baca Juga : Prasangka Pintu Dosa

 

Kalau hitungannya pahala kamu masuk sorga diketahui lalu kamu tak tahu bagaimana dosa mengurangi pahala itu jelas tidak adil. Seandainya dosa jika manusia sekali berdusta dapat mengurangi 100 juta pahala apakah ada manusia yang masuk sorga pasca Rasulullah?

 

Meski dalam 10 hari ganjil terakhir kita rajin beribadah malam, ikut membangunkan keluarga, menunggu saat malam yg cerah, cuacanya bersih lagi terang seakan-akan ada rembulannya, tenang, lagi hening; suhunya tidak dingin dan tidak pula panas. Selain itu, tiada suatu bintang pun yang dilemparkan pada malam itu sampai pagi hari, dipagi harinya matahari terbit dalam keadaan sempurna, tetapi tidak bercahaya seperti biasanya melainkan seperti rembulan di malam purnama, Siapakah orang yang mendapati lailatul qadar dari dalil perawi tersebut diatas?

 

Mari kita hubungkan dengan proses nuzulul quran dengan lailatul qadar, jika nuzulul quran adalah proses turunnya petunjuk kepada Rasulullah setelah itu pada orang beriman untuk menjalankan perintah serta mewujudkan kehendak dan rencanaNya dari kondisi manusia yang gelap penuh kezaliman dibawa menjadi terang benderang/hidup berdasarkan petunjuk hidup Allah, penuh kedamaian, keselamatan, aman, tentram serta sejahtera.


 Baca Juga : Islam Bukan Agama


Maka lailatul qadar adalah personifikasi kehidupan orang beriman disaat kondisi manusia hidup tidak dengan petunjuk dan sistem hidup yang sudah ditetapkan. Meski dalam gelap orang beriman tetap bisa melihat dengan jelas mana yang haq/benar dan batil/salah, saat yang bersaman juga Dia Sang Raja Alam Semesta mengirim kekuatan besar kepada diri orang beriman atas kesadarannya mengabdi dengan ikhlas, memperjuangkan Islam hingga memenangkan Islam, dalam sejarah tak ada RasulNya diutus berperang dikalah atau gagal menegakkan hukumNya, sehingga dengan hukumNYA akan mengatur segala urusan lingkup hidup manusia.

 

Ini sangat berhubungan dengan Surah Al Qadr ayat 4-5, ujung perjuangan Rasul adalah kemenangan, hukumNya telah berlaku kepada manusia diawali dengan bangsa itu diutus Rasul, yang sifatnya menyejahterakan hidup manusia, tak gap yang besar antara kaya dan miskin, sebab awal kemungkaran manusia karena hidup tidak sejahtera. Matahari terbit adalah simbol yang ditunggu makhluk ciptaanNya, tumbuhan, hewan dan manusia memerlukan sinar mentari itu untuk hidup. Pergiliran antara malam ke siang ditandai dengan terbitnya matahari. Inilah maksud Rasulullah Muhammad mengantarkan bangsa arab hidup dari kondisi jahiliyah/bodoh penuh kezaliman berubah menjadi kehidupan damai sejahtera, kota terang Allah atau Madinah Al Munawwarah.

  

Bumi Tuan Semesta Alam

5 Mei 2021

 

RP.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama